Yang Mendahului
Imam dalam Shalatnya
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
bahwa Rasulullah saw, bersabda:
أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ - أَوْ: لاَ يَخْشَى أَحَدُكُمْ - إِذَا
رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ، أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ،
أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ "
"Tidakkah takut salah seorang di antara kalian atau
tidak takutkah salah
seorang di antara kalian apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah
akan menjadikan kepalanya (seperti) kepala keledai atau Allah akan menjadikan
bentuknya (seperti) bentuk keledai."
Sababul Wurud Hadits Ke-11:
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata:
"Seorang laki-laki shalat di belakang Nabi saw, lalu ia ruku' (sebelum Nabi
ruku') dan bangkit dari ruku' sebelum Nabi saw, bangkit. Tatkala Nabi telah menyelesaikan shalatnya,
beliau berkata: 'Siapa yang melakukan perbuatan ini?' Orang itu berkata: Aku,
wahai Rasulullah, aku ingin tahu (apakah engkau mengetahui) hal itu atau tidak.'
Beliau berkata: 'Takutlah kamu dari (tidak sempurnanya) shalat. Apabila imam
telah ruku', maka ruku'lah dan apabila ia telah bangkit dari ruku' maka barulah
engkau bangkit.'"
Tahqiq ke
11
Hadits Ke-11:
Ø
Hadits lafazh milik al-Bukhari dalam
Bad'u al-Adzan bab: Itsmu Man Rafa'a Ra'sahu Qabla al-Imam (Dosa bagi Orang yang
Mengangkat Kepalanya Sebelum Imam, (1/177));
Ø
Muslim dalam kitab Bad'u al-Adzan bab:
Tahrimu Sabaqi al-Imam bi Ruku' au Sujud au Nahwihima (Haramnya Mendahului Imam,
Baik Waktu Ruku', Sujud, dan Lainnya, (20/73)), dan baginya dengan lafazh: Tidak
aman';
Ø
Ad-Darimi dalam kitab: ash-Shalah bab:
an-Nahyu 'an Mubadarati al-A'immah bi ar-Ruku' (Larangan Mendahului Imam dalam
Ruku', 1/244));
Ø
Abu Dawud kitab: ash-Shalah bab:
(Ancaman Keras bagi yang Mengangkat atau Meletakkan Kepala Sebelum Imam,
(1/145)).
Sababul Wurud Hadits Ke-11:
Ø
Hadits tersebut diriwayatkan oleh
Ahmad dalam al-Musnad 3/43.
Kosa Kata:
Al-khadaj. kurang dan tidak sempurna. Lihat an-Nihayah 1/283,
al-Faiq 1/256.
Sumber : Asbabul Wurud Hadits, Tahqiq dan Takhrij Imam
Suyuthi – DR. Yahya Ismail
















0 komentar