Jumat, 10 Mei 2019

POSISI MENGANGKAT TANGAN SAAT TAKBIR



Kajian Fiqih Ibadah
PC. PEMUDA PERSIS DAYEUHKOLOT

حَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ نَصْرِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ فَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ
و حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّهُ رَأَى نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ
Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil al-Jahdari telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Qatadah dari Nashr bin Ashim dari Malik bin al-Huwairits bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, dan apabila rukuk maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, dan apabila mengangkat kepalanya dari rukuk seraya mengucapkan, 'Semoga Allah mendengarkan orang yang memujiNya', maka beliau melakukan seperti itu." Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Sa'id dari Qatadah dengan sanad ini bahwa dia melihat Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: hingga kedua tangannya sejajar dengan cabang telinganya.

وَعَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ - رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ - قَالَ: «رَأَيْت رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذَا كَبَّرَ جَعَلَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ، ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرَهُ فَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَ يَدَيْهِ غَيْرَ مُفْتَرِشٍ وَلَا قَابِضِهِمَا، وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ، وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى، وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْأُخْرَى، وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ» . أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ
 .
Dari Abu Humaid As Saidi RA, ‘Aku melihat Rasulullah SAW ketika bertakbir beliau meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya, dan jika ruku’ beliau meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya, kemudian beliau meluruskan tulang punggungnya, dan jika mengangkat kepalanya beliau berdiri hingga tegak sehingga setiap ruas tulang punggungnya kembali ke tempatnya. Ketika sujud beliau meletakkan kedua tangannya dengan tidak menghamparkannya tidak pula menggenggamnya, ujung jemari kedua kakinya mengarah ke arah kiblat, saat duduk setelah dua rakaat beliau duduk di atas kaki kirinya dengan menegakkan kaki kanannya, ketika duduk pada rakaat terakhir beliau mengedepankan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lainnya sambil duduk di atas bokongnya,” (HR. Al Bukhari)
Dari 2 hadits tersebut diatas
Hasil keputusan sementara mengambil Thoriqotul Jam'i
Ada yang berpendapat bahwa, ia sejajar dengan ujung kedua telinga berdasarkan hadits Wail bin Hujr, "Hingga sejajar dengan kedua telinga", kemudian ada yang mengkompromikan kedua hadits ini dan berkata, "Maksudnya, yaitu punggung kedua telapak tangan sejajar dengan pundak, sedangkan ujung jari-jari sejajar dengan kedua telinga sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits Wail yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, "Sehingga tangannya sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua jempolnya sejajar dengan kedua telinganya."
Hadits penunjang
yang di jadikan qorinah mengambil thoriqotul jam'I,  adalah hadits dari Wa’il bin Hujr radhiallahu’anhu:
لأنظرن الى صلاة رسول الله صلى الله عليه و سلم قال فلما افتتح الصلاة كبر ورفع يديه فرأيت إبهاميه قريبا من أذنيه
“Sungguh aku menyaksikan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam shalat, ketika beliau memulai shalat beliau bertakbir lalu mengangkat kedua tangannya sampai aku melihat kedua jempolnya dekat dengan kedua telinganya”
(HR. An Nasa-i 1101, dishahihkan Al Albani dalam Sunan An Nasa-i)

zeninasrul@gmail.com Bid. Dakwah PC. Pemuda Persis Dayeuhkolot ZENI NASRUL

Maroji’ : Bulughul Maram, Subulus Salaam, Fiqhus Sunnah, Taudhihul Ahkam



Terima Kasih Atas Kesediaan Untuk Berdonasi
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Zeni Berkarya
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top