Barangsiapa Makan Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombai, atau Lobak
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسَاجِدَنَا، حَتَّى يَذْهَبَ رِيحُهَا» يَعْنِي الثُّومَ
"Barangsiapa yang memakan tumbuhan ini maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami hingga baunya telah hilang -yaitu bawang putih-."
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: "Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، وَلَا يُؤْذِيَنَّا بِرِيحِ الثُّوم
Barangsiapa yang memakan pohon ini maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami, dan jangan mengganggu kami dengan bau bawang putih."'
Sabab Hadits Ke-15:
Ø Diriwayatkan oleh Ahmad dari al-Mughirah bin Syu'bah, ia berkata: "Aku pernah makan bawang putih, (kemudian) aku mendatangi tempat shalat Nabi saw dan aku mendapatkan bahwa beliau telah mendahuluiku satu rakaat. Ketika beliau selesai shalat aku pun berdiri untuk mengganti shalat yang terluput. Tiba-tiba beliau mencium bau bawang putih, maka beliau bersabda: 'Barangsiapa yang memakan tumbuhan ini maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami hingga baunya hilang.' (Ia berkata): "Tatkala aku menyelesaikan shalatku aku mendatangi beliau, dan aku berkata: 'Wahai Rasulullah, aku punya udzur, ulurkan tanganmu kepadaku.' Ia berkata: "Aku mendapati beliau, demi Allah orang yang mempermudah urusan, lalu beliau pun mengulurkan tangannya kepadaku, Iantas aku memasukkannya ke dalam lengan bajuku hingga dadaku, lalu ia mendapati dadaku terbalut.' Beliau pun berkata: 'Sesungguhnya engkau memiliki udzur.'"
Ø Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Jabir bahwa Nabi saw pada masa peperangan Khaibar melarang memakan bawang merah dan bawang putih. Lalu ada kaum yang memakannya kemudian mereka datang ke masjid. Rasulullah saw pun bersabda: "Bukankah aku telah melarang dari dua pohon yang bau ini?" Mereka menjawab: "Benar wahai Rasulullah, akan tetapi kami terkalahkan dengan rasa lapar." Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang memakannya maka jangan hadir di masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia."
Ø Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Tsa'labah al-Khusyni, ia berkata: "Aku pernah berperang bersama Rasulullah saw dan orang-orang dalam keadaan lapar. Dari peperangan itu kami mendapatkan keledai dari keledai piaraan lalu kami pun menyembelihnya." Ia berkata: "Lalu hal itu dilaporkan kepada Nabi saw,, lalu beliau memerintahkan Abdur Rahman bin 'Auf untuk berseru. Abdurrahman pun berseru di depan orang-orang: 'Sesungguhnya keledai negeri tidak halal bagi siapa saja yang bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.' Ia (Abu Tsa'labah) berkata: "Dan kami mendapatkan di keranjang keledai bawang merah dan bawang putih, sedang orang-orang dalam keadaan lapar, lalu mereka pun menyantapnya, seusai menyantapnya, mereka pergi ke masjid, tiba-tiba masjid dipenuhi dengan bau bawang merah dan bawang putih. Mendapati hal itu Rasulullah saw bersabda: 'Barangsiapa yang memakan dari (tumbuhan) yang jelek ini maka jangan sekali-kali mendekati kami.' Dan beliau juga berkata: 'Tidak halal memakan harta hasil rampasan, dan tidak halal memakan setiap binatang yang memiliki taring dan tidak halal pula setiap binatang yang terbunuh lantaran lemparan."'
Ø Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abu Sa'id, ia berkata: "Jika Khaibar kembali ditaklukkan maka kami tidak akan mengulangi memakan tumbuhan itu, kami pernah memakannya dengan lahap sekali, dan orang-orang waktu itu benar-benar dalam kelaparan. Kemudian kami ke masjid, dan Rasulullah saw mendapatkan aroma yang tidak sedap. Beliau bersabda: 'Barangsiapa yang memakan sedikit pun dari pohon yang jelek ini maka jangan dekati kami di dalam masjid. Orang-orang pun berkata: 'Diharamkan, diharamkan perkataan itu terdengar oleh Rasulullah saw, lalu beliau bersabda: 'Wahai manusia, sesungguhnya aku tidak berhak untuk mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah, akan tetapi ia adalah pohon yang tidak aku sukai baunya.'"
Tahqiq ke 15
Hadits Ke-15:
Ø Hadits tersebut lafazh milik Muslim dalam kitab: al-Masajid bab: Naha Man Akala Tsum aw Bashal aw Karrats 'an Hudhur al-Masjid wa Ikhrajuhu minhu hatta Tadzhaba tilka ar-Rih (Larangan bagi yang Memakan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Daun Bawang Datang ke Masjid dan Mengeluarkan Pelakunya dari Masjid Hingga Baunya Hilang, (2/196));
Ø Juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab: Bad'u al-Adzan, bab: Ma Ja'a fi ats-Tsum an-Niy wa al-Bashal wa al-Karats (Tentang Bawang Putih yang Mentah, Bawang Merah, dan Daun Bawang, (1/216));
Ø At-Tirmidzi dalam Abwab al-Ath'imah bab: Ma Ja'a fi Karahiyyati Akli ats-Tsum (Hadits-hadits yang Menyebutkan Makruhnya Memakan Bawang Putih dan Bawang Merah, (3/168)), dan ia berkata, "Ini adalah hadits hasan shahih;"
Ø An-Nasa'i dalam al-Masajid bab: Ma Yumn'au min al-Masajid (Hal-hal yang Terlarang dari Masjid, (2/34)) dari hadits Jabir.
Ø Ibnu Majah dalam kitab Iqamat ash-Shalah wa as-Sunnatu fiha, bab Man Akala ats-Tsum fal Ma Yaqrabbanna al-Masjid (Barangsiapa yang Makan Bawang Putih Maka Janganlah Mendekati Masjid, (1/324)) dari hadits Abu Hurairah;
Ø Ath-Thabrani 1/22 dari hadits Jabir semuanya dengan lafazh-lafazh yang saling berdekatan, dan ath-Thabrani menambah (larangan tersebut) dengan tumbuhan al-fijl.
Ø Dan hadits yang kedua: diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab: al-Masajid, bab: Naha Man Akala Tsum aw Bashal aw Karrats 'an Hudhur al-Masjid wa Ikhrajuhu minhu hatta Tadzhaba tilka ar-Rih (Larangan bagi yang Memakan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Daun Bawang Datang ke Masjid dan Mengeluarkan Pelakunya dari Masjid hingga Baunya Hilang, (2/196)).
loading...
Sababul Wurud Hadits Ke-15:
Ø Hadits pertama diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad 4/252;
Ø Hadits kedua juga diriwayatkan oleh Ahmad 3/387, dan lafazh itu miliknya;
Ø Dan diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-Masajid pada bab yang telah disebutkan pada kupasan hadits 15 di atas 2/197;
Ø Hadits ketiga diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad 4/194;
Ø Hadits keempat diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad dan lafazh itu miliknya 3/12 dan Muslim dalam kitab al-Masajid dalam bab yang telah disebutkan terdahulu 2/198.
Kosa Kata:
An-nahbu: serangan dan rampasan. lihat an-Nihayah 4/184.
Al-mujatstsamah: semua hewan yang dicederai dan dilempar untuk dibunuh. Perbuatan ini sasarannya umumnya pada sekelompok burung, kelinci dan yang semisalnya dari hewan-hewan yang merapat di tanah, yaitu tetap dan melekat dengan tanah. Merapatnya burung ke tanah berada pada kedudukan menderumnya onta. Lihat an-Nihayah 1/144.
Al-Hafizh dalam al-Fath berkata: "Yang dikenal dalam Bahasa Arab bahwa kata 'pohon' adalah tumbuhan yang memiliki batang sedang yang tidak memiliki batang disebut dengan an-najm." Atas dasar inilah hingga Ibnu Abbas dan lainnya menafsirkan firman Allah (yang artinya): "Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya."
Ia berkata: "Dan di antara ahli bahasa ada yang berkata: 'Segala jenis tumbuhan yang akarnya menancap kokoh ke tanah, yang jika dipotong sebagiannya akan menyisakan bagian yang lainnya maka itu disebut pohon, jika bukan maka disebut dengan an-najm.'"
Al-Khaththabi berkata: "Dalam hadits ini memutlakkan kata pohon pada bawang putih. Dan umumnya orang-orang tidak mengenal istilah pohon melainkan yang memiliki batang."
Imam al-Baghawi berkata: "Sebagian ahli ilmu menganggap bahwa makan bawang putih merupakan bagian dari alasan dibolehkannya seseorang meninggalkan shalat jamaah, serupa halnya dengan hujan dan semisalnya. Hal ini tidaklah benar, sebaliknya Rasulullah saw memerintahkannya untuk menjauhi masjid sebagai bentuk celaan atasnya karena mengkonsumsi tumbuhan tersebut di saat ia juga dalam keadaan membutuhkan untuk hadir dalam shalat berjamaah. Agar bau bawang tersebut tidak menganggu orang-orang yang ada dimasjid." Lihat Syarh as-Sunnah 2/389.
Dan di dalam Shahih Muslim dari hadits Umar: "Adalah Rasululah saw jika mendapati bau bawang putih di dalam masjid. Beliau memerintahkan untuk mengeluarkan pelakunya dari masjid ke Baqi'," 1/396. Sedang jarak antara Baqi' dan masjid yang dulu sekitar 1.000 meter, dan di dalam hadits disebutkan: "Barangsiapa yang memakan keduanya (bawang merah dan bawang putih) maka hilangkanlah baunya dengan dimasak." Lihat Syarh as-Sunnah 2/387.
Sumber : Asbabul Wurud Hadits, Tahqiq dan Takhrij Imam Suyuthi – DR. Yahya Ismail
Sumber : Asbabul Wurud Hadits, Tahqiq dan Takhrij Imam Suyuthi – DR. Yahya Ismail
Terima Kasih Atas Kesediaan Untuk Berdonasi








:)
:-)
:))
=))
:(
:-(
:((
:d
:-d
@-)
:p
:o
:>)
(o)
[-(
:-?
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
:-$
(b)
(f)
x-)
(k)
(h)
(c)
cheer








What are the best casinos to play in 2021?
BalasHapusWhich casinos offer jancasino.com slots? — Casino Sites. Best casino sites are those that poormansguidetocasinogambling.com allow players to try a kadangpintar game from anywhere. The most common casinosites.one online slots